Inilah 10 poin penting yang harus supervisor lakukan agar program pelatihan K3 lebih baik dan efektif:

  1. Pelatihan K3 harus dilakukan berulang-ulang jika pekerja gagal memahami dan menerapkan pengetahuan baru

Dalam hal ini, supervisor harus memantau kemajuan setiap pekerja setelah pelatihan K3 selesai dilaksanakan untuk mengukur seberapa baik mereka menerapkan prosedur ahli k3 umum pada pekerjaannya.

  1. Materi pelatihan K3 harus disajikan secara bertahap dan sistematis

Metode pelatihan K3 harus jelas dan disampaikan secara berurutan. Semua materi pelatihan K3 harus disampaikan kepada pekerja secara bertahap dan sistematis sesuai urutan langkah menyelesaikan pekerjaan dengan aman.

Hindari menjejali pekerja dengan banyak informasi secara terus-menerus. Hal ini bisa membuat mereka kelelahan dalam menyerap informasi, sehingga berpotensi mengakibatkan stres.

  1. Menjelaskan pentingnya pelaporan cepat jika terjadi insiden, kecelakaan, penyakit akibat kerja (PAK), dan cedera di tempat kerja saat pelatihan K3

Pelatihan K3 bukan hanya sekadar menghadiri kelas dan mendengarkan materi yang disampaikan pelatih. Banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat pekerja terapkan melalui pelatihan K3. Salah satunya mengenai prosedur pelaporan bila terjadi kecelakaan, cedera atau bahkan PAK.

  1. Melakukan pelatihan K3 kepada pekerja yang terkena dampak perubahan kebijakan dan prosedur yang berhubungan dengan pekerjaan mereka

Sebaiknya adakan pertemuan rutin atau pelatihan K3 dengan pekerja setiap ada perubahan kebijakan dan prosedur pekerjaan. Setiap informasi perubahan yang disampaikan secara konsisten membuat pekerja menyadari betapa pentingnya penerapan K3 di tempat kerja.

  1. Memberikan penyegaran pelatihan K3 khusus untuk pekerjaan berisiko tinggi

Khusus untuk pekerja yang memiliki pekerjaan berisiko tinggi atau berpotensi besar mengalami cedera dan kecelakaan kerja, mereka harus diberikan penyegaran materi dan pelatihan K3 secara berkala untuk memastikan prosedur bekerja aman tetap dilakukan dengan baik.

  1. Pengusaha, supervisor atau manajemen puncak lainnya harus menjalin komunikasi terbuka dengan pekerja

Pertama, kenali karakter pekerja Anda dan berkomunikasilah secara terbuka dengan mereka. Hal ini membuat mereka merasa lebih nyaman dengan Anda. Ajak mereka untuk lebih aktif menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan selama pelatihan.

Berikanlah respons atau umpan balik atas keterlibatan mereka dalam pelatihan K3. Umpan balik terhadap pekerja ini penting untuk memahami pengalaman langsung mereka terkait prosedur K3 pada pekerjaan mereka.

  1. Memberikan materi keselamatan secara lisan tanpa disertai contoh langsung atau alat bantu visual terbukti kurang efektif

Menyampaikan materi pelatihan secara pasif atau komunikasi hanya terjalin satu arah tentu akan membosankan. Bila Anda ingin pekerja benar-benar terlibat dalam pelatihan K3, gunakan alat bantu visual seperti gambar, video, atau peralatan pendukung yang berhubungan dengan materi yang disampaikan.

Misalnya, jika Anda berbicara tentang penggunaan APAR, Anda bisa menunjukkan contohnya kepada pekerja tentang langkah-langkah penggunaan APAR dan hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama menggunakan APAR.

  1. Mengamati kinerja pekerja pasca pelatihan K3

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, supervisor harus memperhatikan pekerja saat mereka melakukan pekerjaannya dan lihat apakah yang mereka lakukan sudah sesuai dengan prosedur bekerja aman atau belum. Berikan penilaian terhadap kinerja pekerja setelah pelatihan K3.

  1. Menggunakan pendekatan baru dengan studi kasus saat pelatihan K3

Anda bisa menceritakan contoh kasus tentang suatu pekerjaan atau kejadian nyata kecelakaan kerja sesuai materi pelatihan. Butuh waktu kurang dari sedetik untuk kehilangan nyawa jika pekerja masih mengabaikan pentingnya penerapan K3 di tempat kerja.

  1. Memberikan materi pelatihan K3 yang spesifik terkait suatu pekerjaan

Pastikan pekerja mendapatkan materi pelatihan yang spesifik mengenai pekerjaannya. Setiap pekerjaan, setiap mesin, setiap peralatan memiliki potensi bahaya dan prosedur pengoperasian yang berbeda dan memerlukan pengetahuan dan keterampilan K3 tertentu agar pekerja dapat menggunakannya dengan benar.

Leave a Comment