Cara pembuatan/perpanjangan STM ( Surat Tanda Melapor Diri )

 

Jadi daftar pribadi saya biar tak tak sempat dan buat rekan teman yang pelaku kawin campur akan tentunya berlangganan mesti bikin nih surat, saya pernah posting berhubungan ini di sini.

STM tersebut sebenarnya wajib untuk WNI yang di tinggali WNA, sebagai WNI yang menerima tamu WNA harus menciptakan Surat Tanda Melapor WNA ke Kepolisian bakal adanya tamu WNA yang menginap dirumahnya. Cuma tidak sedikit orang tak memahami aturan tersebut, begitu pula saya sebagai WNI yang beristrikan WNA dan suami bermukim disini tentunya tiap tahun saya mesti bikin dan sempat tadi saya tanyakan dapat langsung bikin lima tahun saja si bapak justeru senyum senyum keadaan bingung memangnya SIM waakakakakak

Berkas yang harus di siapkan sbb :

Copy paspor WNA dan copy halaman unsur cap imigrasi terakhir ( contoh baru dari luar negeri ) dan potongan kartu imigrasi yang ber cap ketika kedatangan di Bandara.
KITAS WNA
KTP WNI ( Istri/suami )
STM Lama ( saya serahkan copy an nya saja )
Step-stepnya :

bawa dokumen ke Kantor Polsek terdekat atau Poltabes atau Polda unsur Reskrim Intel, bila saya langsung ke Polsek Panakukang, ruangnya di Kanit Reskrim yang ngurusin SKCK dan urus perizinan, disitu hanya ada pemberitahuan jam layanan dan tarif SKCK, menantikan 30 menit sebab si bapak ngetiknya lama, nanya ini itu, bila saya tanya detail justeru si bapak nampaknya tidak cukup afdol dengan STM ini.
Setelah berlalu diketik si bapak suruh saya masuk ke ruangan, ini terdapat indikasi apa nih, kok tak lewat lubang konter saja kan saya dapat tanda tangan disitu. Saya telah paham nih terdapat u dibalik b, jadi saya masuk beliau menyerahkan surat dan mohon saya baca apakah redaksinya telah benar, kemudian saya pun, bilang okay, dan si bapak beri cap, kemudian masukin ke amplop,
Lalu saya sampaikan ke bapak, bila SKLD kan telah di hapus, tahun lalu bikin STM itu cuma-cuma berarti STM ini juga tetap cuma-cuma donk, ekh si bapak senyum senyum kecut, sebab beliau telah pusing nyari bentuk dalam hati saya inginkan mendidik biar semua aparat negara ini kerja cocok tugasnya, bukan bercita-cita dari hasil layanan yang diciptakan ke masyarakat, bukankah semua pegawai ini telah di gaji negara kan? jadi seharusnya sudah keharusan dia ngetik ngetik bikin melayani penduduk negara kayak saya yang taat pajak ini. Namun tak terdapat yang sempurna tetap si bapak nih nampaknya tak puas, jadi dengan mengupayakan ikhlas saya telah siapkan tadi duit warna hijau, tak rela saya bila ngasih tidak sedikit banyak jadinya mendidik yang salah, nanti masing-masing buat sesuatu selalu bercita-cita uang. Kapan negeri ini dapat benar. Saat ngasih saya bilang ke bapak B, pak ini saya ikhlas dari saya bukan bikin STM nya ya karena tersebut harusnya gratis. Anggap saja ongkos foto copy tadi. (Mana ada potret copy 1 eksemplar 20 ribu, masih tidak cukup iklhas nih! ) . Dan yang sangat kelihatan menyaksikan peluang si bapak B ini mohon nomor saya, langsung saya tanya “Nomor HP saya bikin apa pak?” si bapak B bilang ” ohh siapa tahu nanti ibu butuh pertolongan bisa call saya” ohhhh saya jawab okay pak, saya kasih lah nomor yang saya jarang gunakan biar si bapak happy. Lalu saya tanya lagi maaf pak nama bapak siapa ya, dia jawab si B F. ohh baru ngeh saya lihat cap di stempel memang pak B.F.Karena pak Polisi ini kok tak gunakan seragam ya, cuma gunakan kemeja kotak kotak seraya merokok, terdapat sih seragam polisi digantung di dinding yang papan namaya tak kelihatan, sebenarnya dalam hati saya cuma inginkan tahu saja bila ada apa apa kan saya telah khatam nama beliau nih. Setelah bilang terima kasih saya langsung ngacir pamit dan terbit dari ruangan sumpek tersebut dan selesai pergi tanpa menengok ke belakang. Alhamdulilah selamat dari pemalakan, nasib jadi istri WNA meski tak bawa WNA nya tetap saja selalu disaksikan uangnya tak berseri sebenarnya asli berseri dan megap megap malah.Ada rekan buat STM bikin suaminya dipakain 400 ribu …kan stress jadinya … bila saya 20 ribu telah hebat kan sangat murah. Walau alhasil pak B.F tentu dalam hati dongkol.com.
Lain kali saya inginkan urusnya di Poltabes saja, disana telah jelas tarif disematkan di dinding ya memang cuma-cuma cuma memang paling ramai dengan semua mahasiswa yang bikin SKCK. Kalau di polsek kan lebih sepi namun ya potensi tidak sedikit yang inginkan pungli pun tinggi.

STM nya tetap isinya sama, nama WNI alamat menyeluruh dan tanggal kedatangan si WNA yang terbaru. Yang masih mencengangkan buat saya ialah misalnya nih si WNA tak terbit ke luar negeri dalam tahun tersebut masa bikin STM lagi sih kan redaksinya sama. Ini saya tanyakan ke pihak berhubungan belum bisa jawaban pas. Seharusnya kan bila sudah pegang izin bermukim permanen ataupun terbatas ya tak butuh lapor lapor lagi. Masa contohnya si WNA nya pebisnis, tiap balik trip dari luar negeri setahun dapat 10 kali apa tak rempong tuh bolak balik ketemu aparat yang tiap bikin surat bercita-cita dapat duit. Kasihan pasangan WNI nya………..

Demikian curhatan birokrasi kali ini, semoga bermanfaat untuk yang butuh………….

 

Customer Service Fauzi HP/whatsapp XL: +6287727688883

Customer Service Slamet HP/whatsapp XL :+6287776370033

Customer Service Akhmad HP/whatsapp Simpati : +6281290434111

Customer Service Mame HP/whatsapp Simpati : +6282114441424

Proses Dokumen Ida HP/Whatsapp Simpati : +6281282474443

Hukum/Pengadilan Takim HP/Whatsapp XL: +6287784767914

Pickup Document Yatno HP/Whatsapp XL : +6287727356800

Complain HP/Whatsapp Simpati : +6281386251161

Telp kantor : +622122008353 dan +622122986852

Atau dapat menghubungi kami via :

Email: jangkargroups@gmail.com
Telegram : t.me/jangkargroups
Twitter:@fauzimanpower
FB: pt jangkar global groups
Instagram : jangkargroups
Google Playstore : jangkarapps
Google Plus : Akhmad Fauzi Manpower
Youtube : jangkar tv
Linkedin : Akhmad Fauzi Manpower

Leave a Comment